Minggu, 09 Oktober 2022

GERAK PADA MAHLUK HIDUP



Pengertian Gerak pada Mahluk hidup

   Secara ilmiah, gerak pada makhluk hidup adalah suatu bentuk reaksi makhluk hidup terhadaprangsangan. Hewan mempunyai alat gerak aktif seperti kaki, sayap, atau sirip, sehingga gerakan yang terjadi disebut dengan gerak aktif. Sementara tumbuhan yang tidak mempunyai alat gerak aktif, geraknya disebut dengan gerak pasif.

A.Gerak pada Hewan

        hewan bergerak itu ada tujuannya ya, teman-teman. Pertama, untuk mencari makan, misalnya kupu-kupu yang terbang hinggap di bunga untuk mengambil nektar. Kedua, untuk melindungi diri, misalnya kucing yang lari saat dikejar anjing. Selain itu, bisa juga untuk melakukan reproduksi dan berkembang biak.

Jadi, kalau kita tinjau dari habitatnya nih, hewan itu kan ada yang hidup di darat, air, dan udara. Nah, perbedaan habitat ini juga menyebabkan cara gerak hewan berbeda-beda, lho! Kalau di darat, gerak hewan yang paling umum kita lihat misalnya seperti berjalan dan juga berlari. Kalau di air, hewan bisa melakukan gerakan seperti berenang. Sedangkan di udara, hewan bisa melakukan gerakan terbang.

B.Gerak pada Tumbuhan

            Gerak pada tumbuhan berbeda ya, sama gerak pada hewan. Kalau pada hewan, pergerakannya bisa diatur dan pergerakan itu bisa menyebabkan perpindahan posisi dari satu titik ke titik lainnya. Tapi, kalau tumbuhan nggak seperti itu, teman-teman. Bagi tumbuhan, bergerak itu merupakan bentuk respon dalam menanggapi rangsangan atau disebut juga sebagai iritabilitas

Jadi, secara umum, gerak pada tumbuhan itu dibagi menjadi tiga jenis gerak, yaitu gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom. 

1.Gerak Endonom

Pertama yaitu gerak endonom. Endonom berasal dari kata endo yang artinya    dalam. Jadi gerak endonom adalah gerak pada tumbuhan akibat rangsangan yang berasal dari dalam tubuh tumbuhannya, misalnya pH dan hormon.

          2. Gerak Higroskopis

         Kedua yaitu gerak higroskopis. Higroskopis berasal dari kata higro, artinya kelembapan yang               terkait sama kadar air. Jadi, gerak higrospkopis adalah gerak pada tumbuhan yang rangsangannya          dipengaruhi oleh perubahan kadar air di tubuh tumbuhan. Misalnya, terbukanya buah cemara.

        3. Gerak Esionom

           Ketiga yaitu gerak esionom. Gerak esionom adalah gerakan pada tumbuhan yang disebabkan                oleh rangsangan dari lingkungan luar. Contohnya seperti cahaya, sentuhan, gravitasi, air, suhu               dan juga zat kimia. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dibagi lagi menjadi tiga                 macam, yaitu tropisme, taksis, dan nasti.

a. Tropisme

Tropisme adalah gerak tumbuhnya tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Ingat ya, kata kuncinya adalah tumbuh. Gerak tropisme ini dibagi lagi menjadi kemotropisme, fototropisme, tigmotropisme, hidrotropisme, dan geotropisme.

b. Taksis

Taksis adalah gerak berpindah tempat dari bagian tertentu tumbuhan, yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Pada gerak ini, kata kuncinya  adalah berpindah tempat. Misalnya, kemotaksis dan fototaksis.

c. Nasti

Nasti adalah gerak tumbuhan karena perubahan tekanan turgor, yaitu tekanan yang mendorong membran sel terhadap dinding sel. Nah, perubahan tekanan ini yang bisa menyebabkan tumbuhan bergerak. Gerakan ini adalah respon dari rangsangan, tapi gerakannya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Misalnya, fotonasti, seismonasti, niktinasti, dan nasti kompleks. Contohnya yaitu menutupnya daun putri malu waktu disentuh.


C.Gerak pada manusia

        Adanya gerak pada manusia ini lantaran alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak di tubuh manusia. Sistem gerak pada manusia terdiri dari rangka atau tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif, Disamping itu ada pula sendi yang merupakan tempat terhubungnya dua tulang atau lebih sehingga hubungan antar tulang-tulang dapat digerakan.

1.Rangka atau Tulang

        Rangka merupakan susunan tulang yang saling berhubungan dan mempunyai fungsi utama yakni sebagai alat gerak pasif yang artinya tulang hanya bisa bekerja atau bergerak apabila ada bantuan dari otot. Tulang juga berfungsi sebagai penopang tubuh, tempat menempelnya otot, melindungi organ dalam, dan tempat pembentukan sel darah baik darah merah maupun darah putih.

        Tulang sendiri terbentuk dari kandungan kalsium yang berbentuk garam dan merekat erat dengan bantuan kolagen. Di dalam masa perkembangannya, bentuk tulang dapat berubah atau mengalami kelainan. Hal ini dikarenakan adanya infeksi penyakit, faktor nutrisi dan gizi ataupun posisi tubuh yang salah.

2.Persendian

        Jika dilihat berdasarkan banyak tidaknya digerakan maka persendian dikelompokan menjadi 3, yaitu sinartrosis (hubungan antar tulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan seperti tengkorak), sendi amfiartrosis (Hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan terbatas seperti sendi antar ruas belakang), dan yang terakhir sendi diartrosis (hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerakan).

Adapun, sendi diartosis di bagi menjadi 5 buah, meliputi:

  • Sendi Peluru yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang berputar terhadap tulang yang lainnya sebagai porosnya. Contohnya, tulang kepala dan leher.
  • Sendi engsel yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu arah saja. Contohnya tulang sikut dan lutut.
  • Sendi pelana yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan kedua arah. Contohnya, pangkal ibu jari.
  • Sendi geser yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu bidang saja atau gerakan bergeser. Contohnya, tulang pergelangan kaki dan hubungan antar tulang belakang.
3.Otot

     Selain tulang dan sendi, gerak pada manusia juga bertumpu pada otot. Otot merupakan sebuah jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang fungsinya sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang agar dapat bergerak. Gerak pada manusia terjadi karena proses kontraksi otot yang membutuhkan energi dan relaksasi otot.

Berdasarkan jenisnya. otot terbagi menjadi 3, yaitu otot polos yang ditemukan disaluran pencernaan seperti lambung maupun usus halus. Kedua, otot jantung yang ditemukan pada organ jantung, dan otot lurik yang melekat pada rangka.

4.Kelainan pada sistem gerak

      Dalam sistem gerak pada manusia bisa juga mengalami gangguan dan kelainan yang bisa menghambat gerakan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kelainan pada sistem gerak ini bisa disebabkan karena osteoporosis atau kerapuhan tulang yang diakibatkan kurang kalsium maupun kurangnya produksi hormon, artritis atau kerusakan tulang rawan, fraktura atau patah tulang, kifosis atau kelainan tulang belakang dibagian dada, lordosisi atau kelainan tulang belakang dibagian pinggang, dan scoliosis.

        Adapun, dalam menjaga kesehatan sistem gerak pada manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti rutin mengkonsumsi vitamin D maupun kalsium, berjemur dibawah sinar matahari mampu membantu dalam proses penyerapan kalsium dari makanan, kebiasaaan duduk yang benar untuk menjaga tulang punggung, dan aktifitas fisik yang baik untuk membantu penghambat kerapuhan tulang.

     Dalam sistem gerak pada manusia, struktur tulang terbagi ke dalam beberapa lapisan, yaitu periosteum, tulang kompak, tulang spons, rongga sum-sum atau rongga medulla dan tulang rawan atau kartilago. Sedangkan berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang panjang (pipa), tulang pendek, tulang pipih, dan yang berbentuk tidak beraturan.
Sendi ellipsoidal yaitu hubungan antar tulang berbentuk oval dan yang lainnya elips sehingga beputar di setiap arah kecuali aksial. Contohnya pada pergelangan tangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SISTEM RANGKA SENDI DAN OTOT